pengertian asuransi syariah

Pengertian Asuransi Syariah dan Sejarahnya di Indonesia

Sebelumnya Anda pasti sering kali mendengar istilah “Syariah” bukan? Kata ini sering dijumpai pada beberapa produk perbankan, misalnya seperti Deposito Syariah, Tabungan Syariah dan lainnya. Selain itu, asuransi syariah pun ada. Lalu, apa pengertian asuransi syariah? Untuk mengetahuinya, simak ulasan berikut.

Pengertian Deposito Syariah

Istilah “Syariah” artinya sebuah aturan atau sistem yang mengatur segala bentuk hubungan manusia dengan Tuhan-nya atau hubungan antar manusia itu sendiri. Jadi, istilah tersebut memang banyak bermunculan sejak perkembangan Islam semakin pesat diseluruh dunia.

Asuransi Syariah merupakan sistem asuransi atau usaha yang memiliki tujuan agar sejumlah orang dapat saling melindungi dan tolong menolong. Asuransi ini berbentuk investasi asset (Tabarru) dengan pola pengembalian tertentu didasarkan pada ikatan akad (ikatan) sesuai dengan hukum syariah yang berlaku.

Istilah tersebut biasa dikenal dengan “Sharing Of Risk”, karena pada konsepnya asset atau dana yang diserahkan tersebut untuk membayar klaim (resiko). Ini akan digunakan apabila suatu hari peserta yang ikut serta mengalami sebuah musibah.

Konsep Asuransi Berbasis Syariah di Indonesia

Asuransi berbasis Syariah memiliki konsep dengan menjunjung tinggi unsur saling tolong menolong dana tabarru’. Maksud dari konsep tersebut adalah, setiap dana kontribusi peserta dapat dipinjamkan kepada peserta lain dengan sukarela tanpa ada paksaan.

Selain konsep di atas, dana yang sudah disetorkan dari peserta ke perusahaan. Jika masa tanggungan telah habis, dana akan langsung dikembalikan oleh perusahaan kepada peserta. Di sini, tidak ada dana hangus seperti asuransi konvensional.

Perusahaan yang memegang asuransi syariah tidak memiliki kewajiban untuk menanggung dana tersebut. Perusahaan hanya bertugas sebagai lembaga pemegang amanah, melakukan pengelolaan sesuai koridor operasional serta berperan dalam investasi dana dari peserta yang mengikuti.

See also  Ini Daftar Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Sejarah Asuransi Syariah di Indonesia

Asuransi Syariah yang saat ini banyak berkembang di Indonesia pada dasarnya juga memiliki tujuan untuk dapat mengemban misi ibadah, aqidah, umat dan iqtishodi agar tercipta kesejahteraan umat. Kemudian, setelah memahami tentang pengertian asuransi syariah, lalu bagaimana sejarah munculnya asuransi syariah di Indonesia?

Asuransi syariah di Indonesia dimulai pada tahun 1994. Saat itu terbentuklah PT Syarikat Takaful Indonesia sebagai tonggak awal berdirinya asuransi syariah di Indonesia pada 24 Februari 1994. Pada tahun sama, muncul lembaga asuransi syariah pada tanggal 5 Mei 1994.

Lembaga tersebut diantaranya adalah PT Asuransi Takaful Keluarga dan PT Asuransi Takaful Umum. Perusahaan yang pertama fokus dalam bidang pengembangan asuransi jiwa syariah. Sedangkan yang kedua fokus dalam pengembangan asuransi yang bersifat umum.

PT Asuransi Takaful Keluarga yang didirikan oleh Takaful Indonesia pada tanggal 5 Mei 1994 diresmikan secara langsung oleh Menteri Keuangan (Menkeu) “Ma’rie Muhammad” yang saat itu menjabat. Pada peresmian tersebut diputuskan Takaful Keluarga mulai dapat beroperasi pada 25 Agustus 1994.

Sedangkan untuk PT Asuransi Takaful Umum walaupun didirikan bersamaan dengan Takaful Keluarga, baru dapat beroperasi pada 2 Juni 1995. Diresmikan secara langsung oleh pendiri ICMI sekaligus Merinstek atau Ketua BPPT Prof.Dr. B.J. Habibie.

Semenjak itulah, kedua lembaga tersebut menjadi pelopor berkembangnya industri asuransi dengan sistem syariah di Indonesia. Bahkan tidak hanya di Indonesia, asuransi syariah juga telah berhasil banyak menarik investor luar negeri, misalnya Syarikat Takaful Malaysia, Bhd (STMB).

Syarikat Takaful Malaysia, Bhd (STMB) memutuskan menanam modal di perusahaan Takaful Indonesia agar menjadi salah satu pemegang saham pada tahun 1997 dan terus memperkuatnya hingga tahun 2009. Kemudian, disusul IDB (Islamic Development Bank) yang ikut tanam modal perusahaan di tahun 2004.

See also  Mengenal Seputar Asuransi Prudential Pendidikan

Perkembangan industri asuransi berbasis syariah terus tumbuh dan berkembang hingga saat ini. Pada tahun 2000 PT Permodalan Nasional Madani (PNM) ikut serta menanam struktur modal di asuransi syariah. Kemudian, disusul oleh PT Perbankan yang banyak tersebar di seluruh daerah di Indonesia.

Aspek-aspek Penting yang Menjadi Ciri Khas Asuransi Syariah

Nah, setelah memahami beberapa konsep pengertian asuransi syariah sejarah perkembangannya di Indonesia, Anda perlu memahami ciri khas asuransi syariah di Indonesia. Berikut informasi selengkapnya

  • Memiliki Prinsip Tolong Menolong

Ini merupakan poin penting, karena nasabah yang memutuskan bergabung wajib untuk membantu antar anggota lain dengan sukarela.

  • Menjunjung Tinggi Sifat Amanah

Perusahaan asuransi wajib melakukan pengelolaan, investasi sesuai dengan aturan yang berlaku, begitu juga dengan anggota. Keduanya harus memenuhi akad yang sudah disepakati sebelumnya.

  • Mengamalkan Asas Keadilan

Adanya hak dan kewajiban yang akan ditanggung apabila terdapat anggota nasabah yang tidak memenuhi aturan kesepakatan. Pada asuransi berbasis syariah wajib menjunjung tinggi keadilan demi kesejahteraan semua anggota

  • Tidak Ada Dana Hangus

Berbeda dengan konsep asuransi konvensional, pada asuransi syariah dana bisa dicairkan dengan tiba-tiba walaupun belum jatuh tempo, sehingga dapat lebih membantu dan memudahkan nasabah.

Setelah membaca pembahasan di atas, apakah Anda tertarik untuk bergabung menggunakan asuransi syariah? Jika berminat, sebaiknya pilihlah produk asuransi yang sudah terpercaya dan terdaftar pada OJK (Otoritas Jasa Keuangan), serta akan lebih baik jika disesuaikan dengan kebutuhan saja.

Table of Contents