Risiko Investasi Jangka Panjang

Pahami Dulu! Ini Risiko Investasi Jangka Panjang

Setiap hal memiliki kelebihan dan kekurangan, termasuk investasi. Meski banyak yang bilang investasi jangka panjang bisa menyelamatkan masa depan, tidak sedikit yang jatuh karenanya. Karenanya, risiko investasi jangka panjang harus diperhatikan dengan baik.

Bukan untuk menakut-nakuti atau melarang Anda berinvestasi, tapi sebagai pengingat untuk terus hati-hati dan paham benar investasi yang akan dipilih. Karena, baik itu investasi reksadana, emas, properti atau lain sebagainya memiliki kerugian masing-masing. Beberapa risikonya bisa disimak di bawah ini.

Risiko Hilang Tinggi, Untuk yang Berbentuk Barang

Salah satu jenis investasi jangka panjang yang dalam bentuk barang adalah emas. Emas memang menjadi salah satu bentuk investasi jangka panjang yang menarik mengingat harganya yang bisa naik seiring berjalannya waktu.

Namun, jika Anda memilih investasi emas dalam bentuk perhiasan atau batangan, kemungkinan hilang sangat tinggi. Apalagi jika Anda menyimpannya di rumah atau memakainya, bisa menjadi incaran penjahat.

Karena itu, saat melakukan investasi emas Anda harus sangat berhati-hati dan menyimpannya sebaik mungkin. Selain itu, usahakan untuk membeli emas saat harganya sedang turun, sehingga kenaikannya bisa lebih tinggi.

Kembali ke masalah emas yang berisiko hilang, sebenarnya da solusi jika ingin investasi emas bentuk fisik secara aman. Salah satu solusi tersebut adalah dengan menyiapkan brangkas atau membayar lebih safe deposit box. Selain cocok untuk emas, safe deposit box bisa untuk barang penting lain.

Biaya Perawatan yang Tinggi

Selain emas, jenis investasi jangka panjang lainnya yang juga sangat prospek, atau bahkan lebih prospek dari emas adalah properti. Investasi properti sangat menguntungkan karena selain investasi, juga bisa jadi agunan.

Namun, risiko investasi jangka panjang dalam bentuk properti adalah biaya perawatannya yang tinggi. Jika tidak dirawat, tentu akhirnya properti Anda akan rusak, dan justru menyebabkan kerugian. Karena itu harus dirawat dengan baik, dan jumlah biaya perawatannya pun tidak sedikit.

See also  Begini Cara Investasi Emas Batangan di Taiwan

Apalagi jika properti ini berupa rumah yang tidak disewakan. Nah, properti yang kotor, rusak, dan tidak terurus bisa menyebabkan harganya jadi rendah. Ini tentu tidak baik bagi investasi jangka panjang Anda.

Belum lagi ada biaya lain yang tidak kalah tinggi seperti pajak PPH dan BPHTB. Besaran pajak PPH untuk penjual sebesar 5% dan pajak BPHTB untuk pembeli juga 5%.

Namun, jika ini sebelumnya sudah dikalkulasikan dengan baik, maka bisa tetap memberikan keuntungan. Apalagi jika Anda berusaha untuk mendapatkan pemasukan dari properti tersebut, dengan sewa atau sejenisnya. Ini bisa digunakan untuk biaya perawatannya.

Waktu Pencairan yang Lama

Namanya investasi jangka panjang, tentu saja pencairannya tidak akan bisa dilakukan dalam sekejap. Bahkan untuk beberapa jenis yang jumlahnya cukup besar, membutuhkan waktu yang cukup lama. Apalagi yang seperti dalam bentuk properti maupun tanah.

Untuk risiko investasi jangka panjang bagi Anda yang memilih reksadana juga demikian. Perlu Anda pahami  bahwa waktu pencairannya membutuhkan waktu yang tidak bisa langsung. Reksadana bukan seperti tabungan atau deposit yang hari ini penarikan bisa cair hari yang sama.

Waktu yang dibutuhkan untuk pencairan yaitu antara 3 sampai 4 hari kerja. Jadi, tidak bisa dijadikan sebagai dana darurat. Walau begitu, keuntungan reksadana bisa dikatakan lebih baik daripada tabungan. Waktu kurang dari seminggu pun tergolong tidak terlalu lama dibanding menjual properti.

Bisa Mengalami Inflasi

Inflasi adalah kondisi di harga-harga meningkat secara signifikan dan terus menerus. Nah, inflasi yang bisa datang kapan pun ini mempengaruhi nilai banyak hal. Karena harga-harga naik, nilai beli menjadi turun.

Kondisi ini akan berpengaruh pada berbagai sector investasi jangka panjang, khususnya saham. Inflasi menjadi salah satu pengaruh terhadap nilai mata uang dan tabungan. Nah, dengan adanya inflasi juga memiliki risiko pengembalian jumlah investasi saham yang tidak pasti.

See also  Aplikasi Saham Penghasil Uang Terpercaya

Namun, tidak selamanya inflasi selalu terjadi, dan tidak pasti terjadi dalam setiap dekade. Karenanya risiko ini tergolong kecil kemungkinannya dibanding beberapa risiko lain yang lebih mudah terjadi.

Fluktuasi Pasar

Fluktuasi pasar memiliki sifat permanen yang mengikuti perkembangan sentimen pasar. Sementara indikator terjadinya fluktuasi adalah konflik dalam negeri, perekonomian global yang sedang tidak seimbang, kondisi politik yang tidak stabil, dan permasalahan global.

Semakin tinggi permintaan terhadap rupiah, maka kedudukannya akan semakin kuat. Nah, jika reksadana berbasis dolar AS yang berinvestasi di Indonesia, maka akan terdampak jika terjadi pelemahan nilai tukar ini.

Perlu digaris bawahi jika sejak awal bahwa saat investasinya menggunakan instrumen mata uang dollar AS seperti saham di luar negeri maka bisa mengalami fluktuasi. Kinerja saham amat dinamis dan dipengaruhi berbagai faktor, dan salah satunya fluktuasi ini.

Tidak ada investasi yang benar-benar 0 risiko, begitu juga dengan investasi jangka panjang yang katanya penuh perhitungan ini. Kuncinya adalah Anda menyadari risiko investasi jangka panjang yang dipilih dan berusaha meminimalisirnya sebaik mungkin.