tarif asuransi mobil

Berapa Sih Tarif Asuransi Mobil saat Ini? Ini Kisarannya!

Membeli mobil baru, setidaknya harus disertai tanggung jawab dalam merawat dan menjaganya. Salah satunya dengan memasangkan asuransi mobil terbaik. Tarif asuransi mobil sangat beragam, tergantung dengan tipe mobil, wilayah, dan lainnya.

Biaya asuransi mobil sudah diatur dalam peraturan OJK sebagai lembaga pengawas keuangan di Indonesia. Namun, tarif asuransinya juga dipengaruhi oleh produk yang digunakan. Nah, berikut informasi sederhana soal asuransi mobil untuk Anda sebagai panduan.

Jenis Produk Asuransi

Sebelum melangkah mengenai cara hitung tarif asuransi, Anda perlu mengetahui produk apa saja yang biasanya ditawarkan oleh perusahaan asuransi, khususnya asuransi mobil.

Setidaknya ada 2 produk yaitu Total Loss Only atau TLO dan asuransi mobil All Risk. Keduanya bisa menjadi pilihan Anda, tinggal menyesuaikan saja dengan kebutuhan dan yang lebih menguntungkan menurut Anda. Sudah tahu perbedaan keduanya? Berikut penjelasan selengkapnya.

  • Asuransi Total Loss Only

Asuransi TLO atau Total Loss Only adalah asuransi yang hanya bisa diklaim jika kerusakan lebih dari 75 persen. Selain itu, klaim asuransi Total Loss Only juga bisa meng-coverage apabila mobil hilang akibat dicuri maupun perampasan.

Sayangnya, jika kurang dari 75 persen, asuransi tidak bisa diklaim. Mengapa 75 persen kerusakan baru bisa mengklaim asuransi? Karena tandanya jika sudah mencapai 75 persen, mobil sudah tidak bisa digunakan kembali.

  • Asuransi All Risk

Asuransi All Risk adalah asuransi yang cakupan coverage-nya secara menyeluruh. Mulai dari kerusakan ringan hingga berat dan juga jika mobil mengalami kehilangan. Anda tidak perlu menunggu mobil rusak sampai 75 persen untuk bisa klaim asuransi.

Mobil mengalami lecet atau bagian bodi bengkok? Asuransi akan membiayai keseluruhan perawatannya. Soal tarif asuransi mobil All Risk akan lebih besar jika dibanding asuransi Total Loss Only.

See also  Ini Adalah 3 Produk Asuransi Kesehatan Terbaik

Sampai disini, sudah paham kan letak perbedaan keduanya. Perbedaannya memang sangat mendasar, dan plus minus yang ditawarkan pun sangat berbeda. Karenanya, sebelum memilih salah satu produk asuransi ini, Anda perlu mempertimbangkan dengan matang terlebih dahulu.

Tarif Premi Asuransi

Sebagai salah satu lembaga keuangan yang bertanggung jawab menyoal asuransi, OJK atau Otoritas Jasa Keuangan sudah mengatur tarif premi asuransi baik untuk jenis All Risk atau Total Loss Only. Peraturan ini tertulis dalam Surat Edaran OJK Nomor 6/SEOJK.05/2017.

Pada intinya, aturan ini harus diterapkan oleh setiap perusahaan yang menawarkan asuransi mobil. Selain ketentuan terkait biayanya, ada juga persentase premi yang berbeda di setiap wilayah. Jadi, besarannya pun tergantung wilayah domisili Anda.

Aturan tarif ini dibagi dalam dua jenis sesuai kendaraannya, yakni non bus dan non truk, serta bus dan truk. Tentu keduanya terbagi lagi berdasarkan jenis asuransi all risk dan loss only.

Untuk uang pertanggungannya sendiri, pada kendaraan non bus dan non truk ada 5 kategori dengan urutan uang pertanggungan, 0-125 ribu, sampai 200 ribu, sampai 400 ribu, sampai 800 ribu, dan lebih dari 800 ribu.

Sebenarnya, tingkatan ini ada 7 kategori dan 2 kategori selanjutnya berlaku untuk kendaraan berjenis bus dan truk. Disini, untuk truk dan pick up masuk kategori 6 dan bus kategori 7 yang keduanya bisa mendapat seluruh uang pertanggungan.

Setelah mengetahui besaran bilangan premi tersebut, Anda perlu mengecek ulang bagaimana ketentuan yang ditetapkan asuransi yang dipilih. Jika tidak sesuai, maka pertimbangkan lagi untuk akan bergabung atau tidak.

Simulasi Menghitung Tarif Asuransi Mobil

Berbekal keterangan di atas, Anda bisa menghitung tarif asuransi mobil yang Anda miliki. Namun, ini akan tetap melibatkan persentase premi dari setiap kategori yang masing-masing berbeda. Misalnya saja, jika Anda mengambil jenis All Risk maka hitungannya sebagai berikut.

See also  Ini Daftar Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Mobil Suzuki Karimun seharga 150 juta yaitu masuk dalam kategori 2. Jika Anda berdomisili di Jakarta, maka masuk dalam wilayah 2. Sementara simulasi hitung asuransi all risk adalah persentase premi all risk x harga mobil. Yaitu 2,47% x Rp150.000.000 = Rp3.705.000.

Jika Anda mengambil premi total loss only maka hitungannya adalah 0,44% x Rp150.000.000 = Rp660.000. Dapat disimpulkan, jika mengambil asuransi all risk maka dalam satu tahun Anda setidaknya membayar sebesar Rp3.705.000 dan jika mengambil premi total loss only, perkiraan bayarnya per tahun yaitu Rp660.000.

Mengenal Manfaat Asuransi Mobil

Manfaat asuransi mobil jelas untuk melindungi pemilik kendaraan dari kerugian jika terjadi kerusakan berat atau kehilangan. Seperti yang Anda tahu bahwa biaya membenahi kendaraan tidak murah. Apalagi jika kendaraan rusak di peristiwa-peristiwa yang tidak terduga seperti kecelakaan.

Tidak hanya bagi mobil yang rusak berat, tapi asuransi juga bisa meng-coverage biaya perawatan mobil akibat keausan karena pemakaian sehari-hari. Dengan begitu, Anda tidak perlu bingung lagi jika sewaktu-waktu mobil bermasalah.

Nah, itulah rincian tarif asuransi mobil yang penting untuk diketahui. Semoga dengan hitungan simulasi dan tabel di atas, Anda jadi memiliki bayangan berapa uang yang harus dikeluarkan setahunnya.